Senin, 29 Juni 2015

11 Prinsip dan Pedoman Desain untuk Manufaktur dan Perakitan

Berikut adalah 11 Prinsip dan Pedoman Desain untuk Manufaktur dan perakitan:

          Minimalkan jumlah komponen. Biaya perakitan berkurang. Produk akhir lebih handal karena ada koneksi yang lebih sedikit. Pembongkaran untuk pemeliharaan dan layanan lapangan lebih mudah. Count bagian berkurang biasanya berarti otomatisasi lebih mudah untuk menerapkan. Work-in-proses berkurang, dan ada masalah pengendalian persediaan yang lebih sedikit. Lebih sedikit bagian yang perlu dibeli, yang mengurangi biaya pemesanan.
       Menggunakan komponen yang tersedia secara komersial standar. Waktu desain dan usaha berkurang. Desain komponen custom-engineered dihindari. Ada nomor bagian yang lebih sedikit. Inventory control difasilitasi. Kuantitas diskon dimungkinkan. 
          Gunakan bagian umum di seluruh lini produk. Ada kesempatan untuk menerapkan teknologi kelompok. Pelaksanaan sel manufaktur dimungkinkan. Kuantitas diskon dimungkinkan.
        Desain untuk kemudahan bagian fabrikasi. Bentuk bersih dan proses bentuk bersih dekat mungkin layak. Bagian geometri sederhana, dan fitur yang tidak perlu dihindari. Persyaratan permukaan akhir yang tidak perlu harus dihindari; sebaliknya, pengolahan tambahan mungkin diperlukan. 
          Bagian desain dengan toleransi yang berada dalam kemampuan proses. Toleransi lebih ketat daripada kemampuan proses harus dihindari; sebaliknya, pengolahan tambahan atau sortasi akan diperlukan. Toleransi bilateral harus ditentukan
          Desain produk menjadi sangat mudah selama perakitan. Perakitan harus jelas. Komponen harus dirancang sehingga mereka dapat berkumpul satu cara. Fitur geometris khusus harus kadang-kadang ditambahkan ke komponen untuk mencapai perakitan sangat mudah 
          Minimalkan penggunaan komponen yang fleksibel. Komponen fleksibel termasuk bagian yang terbuat dari karet, ikat pinggang, gasket, kabel, dll komponen Fleksibel umumnya lebih sulit untuk menangani dan merakit. 
          Desain untuk kemudahan perakitan. Fitur bagian seperti chamfers dan kemiringan harus dirancang pada bagian kawin. Desain perakitan menggunakan bagian dasar yang komponen lain yang ditambahkan. Perakitan harus dirancang sedemikian rupa sehingga komponen ditambahkan dari satu arah, biasanya vertikal. Pengencang ulir (sekrup, baut, mur) harus dihindari jika mungkin, terutama ketika perakitan otomatis digunakan; sebaliknya, teknik perakitan cepat seperti cocok snap dan ikatan perekat harus digunakan. Jumlah pengencang yang berbeda harus diminimalkan.
          Gunakan desain modular. Setiap subassembly harus terdiri dari lima sampai lima belas bagian. Pemeliharaan dan perbaikan difasilitasi. Perakitan otomatis dan manual dilaksanakan lebih mudah. Persyaratan persediaan berkurang. Waktu perakitan akhir diminimalkan.
9       Bentuk bagian dan produk untuk kemudahan kemasan. Produk ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga karton kemasan standar dapat digunakan, yang kompatibel dengan peralatan kemasan otomatis. Pengiriman ke pelanggan difasilitasi. 
          Menghilangkan atau mengurangi penyesuaian yang diperlukan. Penyesuaian yang memakan waktu dalam perakitan. Merancang penyesuaian ke dalam produk berarti lebih banyak kesempatan untuk out-of-penyesuaian kondisi muncul.


Pengenalan Desain Untuk Manufaktur Dan Perakitan

Sistem manufaktur salah satu penunjang kemajuan dalam suatu perusahaan. Perusahaan dituntut menciptakan lebih banyak produk dalam waktu yang singkat dan juga dengan biaya yang rendah. Desain untuk manufaktur (DFM) dan desain untuk perakitan (DFA) adalah integrasi antara desain produk dan proses perencanaan ke dalam salah satu kegiatan umum yang Tujuannya adalah untuk merancang produk yang mudah dan ekonomis diproduksi. Pentingnya merancang untuk manufaktur Untuk meningkatkan kualitas akan tetapi mengurangi cost produksi banyak cara yang dapat digunakan, cara yang sering dipakai oleh perusahaan manufaktur yaitu penerapan design for manufacture and assembly (DFMA).Karena 75-80% cost produk manufaktur ditentukan oleh tahap desain, sehingga keputusan desain dapat secara dramatis mengurangi biaya manufaktur dan assembly. DFMA sendiri yaitu dasar studi rekayasa  untuk memberikan bimbingan kepada tim desain dalam menyederhanakan struktur produk yang berfungsi  mengurangi biaya manufaktur dan perakitan, dan untuk mengukur perbaikan yang akan dilakukan. selain itu DFMA berfungsi sebagai alat pembandingan untuk mempelajari produk pesaing dan mengukur kesulitan manufaktur dan perakitan pada suatu produk.  Banyak yang berfikiran bahwa DFMA baru mulai diterapkan ketika akan melakukan modifikasi produk, atau ketika akan melakukan desain untuk tiap elemen. akan tetapi sebenarnya penerapan DFMA harus dilakukan sejak menetukan mekanisme pembuatan produk. Contohnya ketika memutuskan menerapkan konsep DFMA maka suatu produk harus menentukan material yang sangat tepat untuk digunakan, karena nantinya akan berpengaruh pada proses machining dan proses assembly (handling,insert,fastening)pada material tersebut  yang berujung pada cost produk tersebut.

Sabtu, 27 Juni 2015

Design For Manufacturing And Assembly


Dalam dunia persaingan yang kuat dan semakin maju ,perusahaan dituntut menciptakan inovasi dalam pengembangan produk yang dihasilkan dan mempertahankan kualitas. Perusahaan harus melakukan perbaikan dalam setiap proses produksi agar diperoleh produk yang berkualitas dan mampu bersaing secara kompetitif di pasaran.
                Salah satu cara untuk menghasilkan produk berkualitas perusahaan harus mempertimbangkan mengenai DFMA ( Design for Manunafacture And assembly) atau desain untuk manufaktur dan perakitan dalam pembuatan produk dari segi proses produksi hal itu dilakukan agar dapat mengurangi biaya dalam pembuatan suatu produk.
                Xie [2003] menyatakan bahwa untuk memperoleh produk yang kompetitif di pasar dibutuhkan suatu produk yang cepat tersedia di pasar dan memiliki kehandalan yang tinggi namun dengan biaya yang rendah.
                Dalam bukunya, proses manufaktur tradisional pengembangan suatu produk mengikuti alur sebagai berikut:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9KQI8axjAPilrAwupIiG-gca_VBDONPszizIXLvzmpWTVCOAU1toA4Frx7DeQggAUU6l8z4qHrXZ5RVHJaFEE4qxKTmVt-362R4N8E-gemVr-e2QvHvPxRWo_vmtjtbFhTFZjhRs5fiVS/s1600/Traditional+Process+Manuf.JPG
Xie [2003] menyatakan bahwa proses manufaktur tradisonal membuat masing-masing bagian bekerja secara individu sehingga produk yang dihasilkan memiliki banyak kelemahan seperti waktu yang lebih lama dalam proses manufaktur, biaya relatif tinggi dengan kualitas yang belum tentu terjamin.
Kim [2004] dalam presentasinya menyatakan bahwa hampir 40% dari komponen harga jual suatu produk adalah merupakan biaya manufaktur. Biaya manufaktur sendiri hampir 50% adalah merupakan komponen biaya komponen dan material.
Banyaknya komponen yang harus dirakit ini mengakibatkan 80% biaya manufaktur tergantung dari fase awal desiain, karena design awal akan menentukan material, mesin yang digunakana serta tenaga kerja yang dibutuhkan. Kesalahan pada fase awal desain akan mengakibatkan membengkaknya biaya manufaktur. [Kim, 2003]
Karena besarnya komponen biaya dalam perakitan suatu produk maka lahirlah DFMA
DFMA atau Design for Manufacture and Assembly sendiri merupakan kombinasi dari dua istilah dalam design manufaktur, yaitu design for manufacture (DFM) dan design for assembly (DFA).
“DFA is a fairly well established subset of DFM which involves minimizing cost of assembly.” [Ulrich dan Eppinger, 1995]
Design for assembly (DFA) adalah sebuah paradigma desain dimana engineer menggunakan beberapa metode seperti analisa, estimasi, perencanaan, dan simulasi untuk menghitung semua kemungkinan yang terjadi selama proses perakitan kemudian menyesuaikan bentuk komponen agar mudah dan cepat dirakit sehingga meminimalkan waktu perakitan yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya produk [Xie, 2003]
Kim [2004] mengatakan bahwa dengan DFA maka akan diperoleh :
a. Kemudahan dalam proses perakitan komponen
b. Meminimalkan komponen yang digunakan
c. Mempermudah dan memperpendek proses perakitan
d. Meminimalkan kesalahan dalam perakitan yang berakibat memperpanjang proses pembuatan produk


Gambar 3.2 Contoh DFA [Kim, 2004]
Sedangkan design for manufacturing (DFM) dapat dikatakan sebagai batasan yang berkaitan dengan fase awal perancangan produk. Pada fase ini engineer dapat memilih material, teknologi yang berbeda serta estimsai biaya yang mungkin terjadi. Rencana rancangan produk yang ada kemudian dianalisa dan dikaji sehigga kesalahan dapat diperbaiki sedini mungkin berdasarkan umpan balik yang didapat.
Tiga tujuan utama DFM menurut Xie [2003] adalah :
· Meningkatkan mutu produk
· Mengurangi biaya produk
· Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan produk


Sumber :
http://iegmu.blogspot.com/2009/05/design-for-manufacture-and-assembly.html